Jakarta, – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Agus Flores, memberikan pencerahan terkait sikap kritis masyarakat terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, kritik adalah hal yang wajar selama disampaikan secara objektif dan edukatif.
“Mengkritik boleh, asalkan rasional, mendidik, bersifat membangun, dan demi kepentingan umum,” ujar Agus Flores dalam keterangannya, Selasa (2/2/2026).
Ketum PW-FRN juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan membela institusi Polri. Hal ini didasari oleh nilai historis yang kuat, di mana Bhayangkara merupakan cikal bakal penting dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mengapa saya membela mati-matian Polri? Karena Polri memiliki sejarah yang tak terlupakan. Cikal bakal berdirinya negara ini berasal dari Bhayangkara. Jika tidak ada Bhayangkara, mungkin Indonesia tidak ada; yang ada mungkin Kerajaan Mongolia,” tegasnya berseloroh namun penuh makna.
Agus Flores menambahkan bahwa menjaga kehormatan Polri adalah bagian dari bentuk pengabdian kepada negara. Ia pun menyampaikan apresiasi serta doa bagi seluruh pihak yang secara tulus mendukung institusi Polri demi stabilitas nasional.
“Siapa saja yang membela Polri dengan niat tulus, itu adalah bagian dari ibadah. Semoga mereka senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki yang berlimpah. Amin,” pungkasnya.
(Red/Rezha LDD)


















