Palu – Detiksatu.Id// Semangat persatuan mewarnai perayaan Paskah tahun 2025 di Kota Palu saat Gereja Kristen Oikumene Yerusalem Korem 132/Tadulako menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang melibatkan enam denominasi gereja berbeda. Kegiatan yang berlangsung mulai 10 hingga 12 April ini menjadi bukti nyata bahwa makna Paskah tidak hanya sebatas peringatan kebangkitan Kristus, tetapi juga momentum untuk memperkuat tali persaudaraan antarumat Kristiani.
“Paskah sesungguhnya adalah perayaan kemenangan dan harapan bagi umat Kristiani, saat Tuhan Yesus berhasil mengalahkan maut dan bangkit kembali setelah penderitaan-Nya di kayu salib,” ungkap Kapten (Arh) Hesky Almas, pengurus Gereja Oikumene Yerusalem yang juga menjabat sebagai Danramil 1306-01/Palu Barat, melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/04/2-25)
Di berbagai gereja pada umumnya Rangkaian ibadah Paskah dimulai dengan “1 Jam Di Getsemani” padaKamis malam yang dilanjutkan dengan peringatan Jumat Agung untuk memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib. Puncak perayaan adalah Ibadah Paskah pada hari Minggu yang menandai kebangkitan Kristus, peristiwa yang diyakini umat Kristiani sebagai simbol kemenangan atas kuasa dosa.
Yang menarik, perayaan Paskah tahun ini tidak hanya sebatas ritual keagamaan. Gereja Oikumene Yerusalem menginisiasi berbagai aktivitas positif yang melibatkan enam denominasi gereja, yaitu GPIB, GKI, GKST, Gereja Toraja Elim, GPDI, dan Gereja Oikumene Yerusalem sebagai tuan rumah.
“Kami menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti turnamen badminton yang digelar di GOR Bukit Sofa Palu, Jalan Hangtuah, serta lomba tenis meja, permainan tradisional gaplek, kartu remi, dan lomba bintang vokal lagu gereja dan pembukaan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan hari ini, Kamis (10/4),jelas Kapten Hesky.
”Melalui kegiatan lintas denominasi ini, kami berharap momentum Paskah dapat menjadi sarana perekat yang mendatangkan kasih, sukacita, dan damai sejahtera dalam relasi sosial umat Kristiani,” tambah Kapten Hesky. “Tidak hanya di kalangan jemaat Gereja Oikumene Yerusalem, tetapi juga dalam relasi dengan sesama anak bangsa dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila, sebagai pemersatu dalam kemajemukan.”
Kebangkitan Kristus yang kita rayakan dalam Paskah seharusnya juga membangkitkan semangat persatuan dan kasih di antara sesama. Kegiatan seperti ini adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat dimanifestasikan dalam aktivitas positif yang mempersatukan.Melalui olahraga dan permainan, kalangan jemaat gereja yang berasal dari berbagai denominasi dapat berinteraksi secara lebih santai dan membangun persahabatan yang lebih erat.
Perayaan Paskah dengan semangat persatuan ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan dan bahkan dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak komunitas Kristiani di tahun-tahun mendatang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa di tengah keberagaman denominasi, umat Kristiani dapat tetap bersatu dalam merayakan inti dari iman mereka, yaitu kebangkitan Kristus dan pesan kasih yang dibawa-Nya.



















