Kabupaten Sorong, Detiksatu.id – Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri melalui Tim Satgaswil Papua Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) yang berfokus pada antisipasi penyalahgunaan media sosial sebagai upaya pencegahan paham Intoleran, Radikal, dan Teroris (IRET). Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Rabu (4/2/2026).
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIT ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa-siswi dan dewan guru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMPN 1 Kabupaten Sorong, Ibu Neni Jafar, M.Ed., Wakasek Kesiswaan Siti Nur, guru Bimbingan Konseling Jeklin Tehnu, Bhabinkamtibmas Polres Sorong Bripka Roly Simanjorang, perwakilan SatIntelkam Polres Sorong Briptu Heryanto Ranta, serta seluruh guru PKN.
Dalam pemaparannya, Tim Satgaswil Papua Barat menekankan peran strategis sekaligus risiko media sosial bagi generasi muda. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai ciri-ciri konten bermuatan intoleransi dan radikalisme yang sering menyasar pelajar melalui platform digital.
“Siswa-siswi harus meningkatkan literasi digital dan bersikap kritis terhadap informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya,” tegas narasumber dari Tim Satgaswil.
Selain kepada siswa, sosialisasi ini juga mengajak Dewan Guru untuk berperan aktif dalam pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan perilaku digital di lingkungan sekolah. Langkah preventif ini bertujuan membangun kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat respon positif dari seluruh warga sekolah. Melalui sinergi antara Satgaswil dan pihak sekolah, diharapkan ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme berbasis digital dapat semakin kuat sejak dini.
(Red/Rezha LDD)


















