Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahPOLRI

Polda Kalteng Gelar Audit Kinerja Tahap I 2026, Kapolda: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

×

Polda Kalteng Gelar Audit Kinerja Tahap I 2026, Kapolda: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Palangka Raya, Detiksatu.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) resmi memulai Audit Kinerja Itwasda Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang berfokus pada aspek perencanaan dan pengorganisasian. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., di Aula Arya Dharma Mapolda setempat pada Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda dan sejumlah Kapolres jajaran.

Example 300x600

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng, serta para Kapolres dari seluruh wilayah hukum Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan bahwa audit tahap pertama ini merupakan instrumen krusial untuk mengontrol rencana kegiatan di setiap satuan kerja (satker). Ia berharap proses ini mampu menciptakan pelaksanaan tugas Polri yang lebih efektif dan efisien di masa depan.

“Audit kinerja kali ini dilaksanakan setelah pemeriksaan keuangan dari BPK RI. Selain menjalankan fungsi pengawasan, Itwasda juga harus berperan sebagai konsultan bagi satker untuk meminimalisir kesalahan yang dapat merugikan organisasi,” ujar Irjen Pol. Iwan.

Kapolda menjelaskan bahwa tujuan utama audit ini adalah untuk mendeteksi dini potensi kekurangan atau penyimpangan, mulai dari proses perencanaan hingga pengelolaan anggaran. Langkah ini juga menjadi tolok ukur tingkat kepatuhan satuan kerja terhadap regulasi yang berlaku.

Sejalan dengan kebijakan Kapolri, Irjen Pol. Iwan menegaskan bahwa Polri dituntut untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean government). Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) di seluruh lini kepolisian.

“Oleh karena itu, perubahan dalam pola pikir dan budaya kerja diperlukan secara menyeluruh oleh seluruh anggota Polri,” ucapnya.

Diakhir kesempatan, Kapolda menegaskan perlunya meningkatkan pengawasan di setiap satuan kerja dan menekankan pentingnya kerjasama dengan tim audit. Tim diharapkan dapat memberikan masukan yang benar tentang situasi dan pelaksanaan tugas di satuan kerja masing-masing.

“Saya berharap agar tim audit dapat bekerja maksimal untuk menemukan kekurangan dan memberikan solusi serta edukasi untuk perbaikan Polri ke depan,” pungkasnya.

(Red/Rezha LDD)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *