Gorontalo, Detiksatu.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, menekankan pentingnya penguatan integritas kepolisian di tengah bergulirnya Reformasi Polri di Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kewenangan besar yang dimiliki institusi Polri harus dijalankan secara profesional, transparan, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam keterangannya, Agus Flores meminta seluruh personel kepolisian untuk menjadi sosok yang mencintai masyarakat dengan tulus. Ia mengingatkan agar pelayanan prima yang diberikan bukan sekadar pencitraan atau sandiwara layaknya pemain Drama Korea (Drakor).
“Polisi sekarang harus berubah dan tetap on the track untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai cinta kepada rakyat hanya menjadi sandiwara,” ujar Agus Flores saat di Gorontalo, Jum’at (9/1/2025).
Ketum PW FRN mengungkapkan bahwa dirinya rutin turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi validitas laporan yang diterima Kapolri. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa fakta di lapangan sesuai dengan laporan administratif yang masuk ke pimpinan tertinggi Polri.
“Banyak temuan yang saya dapatkan, namun tidak semua saya bongkar di media karena itu merupakan ranah Divisi Propam Polri. Tugas saya adalah memastikan apakah realitas di lapangan sudah sesuai dengan apa yang dilaporkan ke Kapolri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya kesenjangan yang sering ditemukan antara laporan administratif yang tampak sempurna dengan realitas pelayanan di tingkat bawah. Menurutnya, oknum yang masih “bermain” atau menciptakan drama hanya akan merusak citra institusi dan memicu mosi tidak percaya dari masyarakat.
Melalui momentum Reformasi Polri di Tahun 2026 ini, Agus Flores berharap transformasi Polri menjadi institusi yang tulus melayani dapat terwujud sepenuhnya tanpa ada lagi sekat sandiwara dalam menjalankan tugas negara.
(Red/Tim FRN)


















