Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Ketum PW-FRN Agus Flores Kritik Pernyataan Gatot Nurmantyo Terkait Kapolri: Jangan Urusi Dapur Orang Lain

×

Ketum PW-FRN Agus Flores Kritik Pernyataan Gatot Nurmantyo Terkait Kapolri: Jangan Urusi Dapur Orang Lain

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Detiksatu.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN), Raden Mas MH Agus Rugiarto, S.H., atau yang akrab disapa Agus Flores, menyoroti serangkaian pernyataan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Ia menilai pernyataan Gatot kerap bertentangan dengan kebijakan resmi pemerintah maupun realitas di lapangan. Hal ini disampaikan Agus menanggapi dinamika politik terbaru, Minggu (1/2/2026).

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo melontarkan kritik tajam kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait penolakan wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Gatot menuding sikap Kapolri tersebut sebagai bentuk “pembangkangan” terhadap negara dan dianggap meremehkan posisi Presiden Prabowo Subianto.

Example 300x600

Namun, tudingan itu dinilai tidak berdasar oleh sejumlah pengamat dan aktivis. Mengingat, sejauh ini Polri dinilai tetap menunjukkan loyalitas tegak lurus kepada Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi.

Agus Flores turut menyampaikan pandangan kritisnya. Ia menilai pernyataan Gatot cenderung mendiskreditkan Kapolri dan terkesan menyebarkan propaganda dengan memotong serta menyalahartikan frasa “sampai titik darah penghabisan” yang disampaikan Kapolri dalam rapat di Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.

“Saya rasa beliau (Gatot) tidak memahami substansi persoalan, atau memang ada karakter pembangkangan dari diri beliau sendiri, sehingga yang selalu dibicarakan adalah propaganda pembangkangan,” ujar Ketum PW-FRN di Jakarta.

Agus Flores menegaskan bahwa pernyataan Kapolri tersebut merupakan retorika internal organisasi untuk menegaskan totalitas pengabdian serta loyalitas terhadap institusi dan negara, bukan sebuah deklarasi perlawanan.

Kritik Gatot dipandang sebagai pengingat bahwa bahasa kepemimpinan di sektor keamanan memiliki dampak politik yang luas. Namun, penafsiran Gatot yang melihat hal tersebut sebagai sinyal perlawanan dianggap lebih sebagai interpretasi politik pribadi. Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif agar retorika heroik tidak menimbulkan salah tafsir, baik di level operasional maupun di tengah masyarakat.

Di akhir keterangannya, Ketum PW-FRN Agus Flores memberikan pesan menohok kepada mantan Panglima TNI tersebut. Ia meminta Gatot Nurmantyo untuk lebih fokus melakukan refleksi diri daripada mencampuri urusan institusi lain.

“Urusi dulu dapur sendiri, jangan urusi dapur orang lain. Dapur sendiri masih terlalu banyak kesalahan. Berkacalah pada diri sendiri dulu, apa yang sudah dilakukan pada masa kemarin waktu menjabat sebagai Panglima TNI,” pungkasnya.

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *