Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kemenkum RI

Kanwil Kemenkum Bali Gandeng Forkesi, HIPPI dan CLN Siapkan Diseminasi Kekayaan Intelektual Disabilitas

39
×

Kanwil Kemenkum Bali Gandeng Forkesi, HIPPI dan CLN Siapkan Diseminasi Kekayaan Intelektual Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bali menggelar rapat koordinasi teknis bersama Forum Keluarga Spesial (Forkesi), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), serta CLN, yang membahas terkait persiapan diseminasi kekayaan intelektual (KI) bagi penyandang disabilitas, pada Rabu (27/08/2025) kemarin.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Bali, Eem Nurmanah itu menitikberatkan pada penyiapan Standar Operasional Prosedur (SOP), konsep acara, hingga agenda utama diseminasi yang akan dilaksanakan pada 19 September 2025 mendatang. Artha Karya yang merupakan program inisiasi Kakanwil Kemenkum Bali yang mengutamakan pelayanan terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual untuk disabilitas direncanakan sebagai pilot project di Bali untuk Indonesia. Kegiatan ini juga akan menampilkan karya-karya kreatif disabilitas secara terpadu.

Example 300x600

Agenda diseminasi sebelum acara utama, akan berlangsung di Denpasar, Badung, dan Gianyar pada minggu kedua Bulan September, sekaligus sosialisasi SOP terkait Mobile Intellectual Property Clinic (MIPC). Kakanwil menegaskan pentingnya keterlibatan semua stakeholder seperti Forkesi, HIPPI, dan CLN hingga peran pemerintah daerah dalam mendukung perlindungan hukum bagi hasil karya penyandang disabilitas.

Ketua Forkesi Bali, Jentina, menyampaikan bahwa penyandang disabilitas masih menghadapi kesulitan dalam perlindungan hak atas kekayaan intelektualnya. “Kami berharap adanya sosialisasi berkelanjutan dari Kemenkum Bali agar karya teman-teman disabilitas mendapatkan perlindungan hukum yang layak,” ujarnya.

Tak hanya itu, acara puncak nantinya juga akan menggandeng beberapa sanggar seni disabilitas di Bali untuk tampil. Dukungan ini disambut antusias, terutama oleh komunitas tunanetra yang mengapresiasi langkah Kemenkum Bali dalam memberikan ruang sekaligus perlindungan hukum bagi hasil karya mereka.

Eem Nurmanah berharap, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengangkat karya penyandang disabilitas ke panggung nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap karya memiliki perlindungan hukum yang kuat, sekaligus membuka akses bagi para penyandang disabilitas untuk lebih percaya diri dalam berkarya,” tegasnya.

•>Editor: Juli ESP

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *