Gorontalo, Detiksatu.id – Ketua Umum PW FRN Agus Flores mengeluarkan pernyataan keras terkait maraknya dugaan pencatutan nama sejumlah pejabat tinggi Polri dan Kementerian Imipas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum wartawan tersebut diduga menggunakan nama besar Jenderal dan logo institusi untuk memuluskan aksi ilegal dan pemerasan.
Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat tiga nama besar yang kerap dicatut oleh oknum Wartawan yang mengaku-ngaku sebagai anggota atau rekan dekat pejabat tersebut:
1. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) diduga dicatut untuk membentengi (back-up) penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.
2. Kabareskrim Polri: Logo Bareskrim diduga disalahgunakan untuk menakuti para pengusaha tambang, pelaku illegal logging, hingga kepala desa guna kepentingan pribadi.
3. Kakorlantas Polri (Jenderal Naga): Nama beliau kerap dibawa-bawa untuk mengintimidasi anggota Polantas di lapangan dengan tujuan mempermudah aksi pemerasan di jalan raya.
Menanggapi hal ini, Ketum PW FRN Agus Flores menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi oknum wartawan FRN maupun mantan anggota FRN yang terlibat dalam praktik kotor tersebut.
“Jika saya dapati ada oknum wartawan Fast Respon (FRN) atau bekas anggota FRN yang melakukan tindakan ini, saya sendiri yang akan membawa mereka ke Laut Palu. Biarkan mereka berurusan dengan buaya di sana,” tegasnya dengan nada geram.
Pernyataan ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan profesi wartawan dan institusi negara untuk tindakan kriminal. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor melalui Portal Humas Polri atau kanal pengaduan resmi jika menemukan oknum yang melakukan pemerasan dengan modus serupa.
(Red/Tim FRN)


















