Detik.Satu, Gorontalo – Pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kini memasuki tahap akhir. Proyek yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah berjalan sejak 2019 dan hingga Januari 2026 mencatat progres keseluruhan sebesar 91 persen, baik fisik maupun anggaran.
Bendungan yang berlokasi di Desa Tulo’a, Mongolingo, dan Owata tersebut ditargetkan rampung pada tahun ini. PPK Bendungan Bulango Ulu, Febrian Kusmajaya, ST., MT, menyampaikan optimisme bahwa seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Target kami tahun ini proyek bisa selesai. Kami mohon doa agar pengerjaan dapat dikejar sesuai jadwal,” ujar Febrian, Jumat kemarin (16/01/2026).
Ia menjelaskan, Bendungan Bulango Ulu dirancang untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air. Bendungan ini akan menyuplai air irigasi ke D.I Lomaya, Alale, dan Pilohayanga dengan total luasan sekitar 4.900 hektare, serta membuka potensi irigasi baru seluas 757 hektare.
Selain itu, bendungan ini juga akan menyediakan air baku bagi Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo, serta memproduksi energi listrik sebesar 4,9 Mega Watt.
Dari sisi pengendalian bencana, Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 60 persen.
Terkait pembebasan lahan, Febrian menyebut prosesnya hampir rampung, dengan sebagian kecil yang masih menyisakan tanam tumbuh di luar kawasan eks transmigrasi Desa Owata.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan proyek berjalan aman berkat dukungan masyarakat sekitar. Bendungan Bulango Ulu diharapkan dapat mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo setelah rampung dan diresmikan.






