Jakarta, – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa dirinya saat ini fokus penuh pada pengungkapan kasus tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Kasus tersebut diduga melibatkan jaringan “gurita” yang menyeret oknum pejabat tingkat kementerian.
Terkait memanasnya hubungan antara Yayasan Masyarakat Madani Indonesia (YAMMI) Sulteng yang mengancam akan melaporkan Wakapolda Sulteng, Agus Flores memilih untuk tidak terlibat lebih jauh. Ia menyatakan bahwa perseteruan tersebut bukanlah ranah urusannya.
“Kalau diminta tanggapan soal perseteruan YAMMI Sulteng dan Wakapolda Sulteng, itu bukan urusan saya. Saya hanya bisa memonitor saja,” ujar Agus Flores kepada awak media. Kamis (15/1/2025).
Ia menambahkan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan praktik penambangan tanpa izin di Parigi Moutong dapat diusut tuntas, mengingat dampak kerusakan lingkungan dan kerugian negara yang ditimbulkan oleh keterlibatan oknum-oknum petinggi Kementerian.
(Red)


















