Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Ini Korban Kena Tipu Cucu Raja Bugis dan Yang Nipu Sultan Demak , Kapolda Sulsel Akui Laporannya Sudah Masuk

×

Ini Korban Kena Tipu Cucu Raja Bugis dan Yang Nipu Sultan Demak , Kapolda Sulsel Akui Laporannya Sudah Masuk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Ternyata Korban Penipua n Dilakukan Sultan Demak Karbitan inisial SAJ, adalah Cucu Seorang Raja di Luwu Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Historis dan Informasi publik yang tersedia, berikut adalah penjelasan mengenai sosok Ryan Latief serta hubungannya dengan silsilah Datu Luwu ke-25:
Profil Ryan Latief
Ryan Latief adalah seorang tokoh masyarakat dan pengusaha asal Sulawesi Selatan (khususnya wilayah Tana Luwu). Beliau dikenal aktif dalam berbagai organisasi dan pergerakan kedaerahan. Beberapa poin utama mengenai identitas beliau meliputi, Identitas Kebangsawanan:

Example 300x600

Beliau menyandang nama La Kaseng sebagai bagian dari identitas keluarga besarnya.

Pada Juni 2025, beliau juga menerima penganugerahan gelar dari Kesultanan Demak dengan gelar lengkap Kanjeng Raden Mas Haryo Projo Negoro Ryan Latief La Kaseng.

Aktivisme Kedaerahan: Beliau secara terbuka menyatakan diri sebagai bagian dari keluarga besar Kedatuan Luwu dan aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat Luwu Raya, termasuk wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Hubungan dengan La Kaseng (Datu Luwu ke-25)
Secara historis, terdapat sosok bernama La Kaseng yang memegang peranan penting dalam sejarah Kedatuan Luwu:
Datu Luwu ke-25: Berdasarkan catatan sejarah (Lontara), La Kaseng (bergelar Petta Matinroe ri Kaluku Bodoe) adalah Datu Luwu ke-25 yang memerintah sekitar tahun 1760–1765.

Beliau naik takhta menggantikan keponakannya, We Tenrileleang.

Keturunan Tomanurung: Seluruh raja-raja dalam silsilah Kedatuan Luwu, termasuk Datu Luwu ke-25, ditarik garis keturunannya secara adat ke sosok Tomanurung (sosok awal dalam mitologi Bugis-Makassar yang menjadi akar para raja).

Kaitan dengan Ryan Latief: Dalam berbagai pernyataan publik, Ryan Latief mengonfirmasi bahwa beliau adalah keturunan dan keluarga besar Kedatuan Luwu dari garis La Kaseng. Istilah “cucu” dalam konteks silsilah kebangsawanan Bugis sering kali merujuk pada “keturunan” (wija) secara luas, bukan selalu berarti hubungan kakek-cucu secara langsung satu generasi.
Kesimpulan
Ryan Latief memang merupakan sosok yang secara terbuka menyatakan diri sebagai keturunan dari garis keluarga La Kaseng (Datu Luwu ke-25). Hal ini didukung oleh keterlibatan beliau dalam urusan adat dan organisasi keluarga besar Kedatuan Luwu, serta penggunaan nama tersebut sebagai jati diri kebangsawanannya yang diakui secara luas di Sulawesi Selatan.
Apakah Anda ingin saya menelusuri lebih lanjut mengenai sejarah pemerintahan La Kaseng sebagai Datu Luwu ke-25?

Berdasarkan penelusuran sejarah Kedatuan Luwu, berikut adalah informasi lebih mendalam mengenai sosok La Kaseng dan hubungannya dengan Ryan Latief:
Sosok La Kaseng (Datu Luwu ke-25)
Dalam silsilah resmi Kedatuan Luwu, La Kaseng adalah sosok historis yang sangat penting.

Berikut fakta sejarahnya:
Gelar: Beliau dikenal dengan nama Tosibengngareng La Kaseng dan memiliki gelar anumerta Petta Matinroe ri Kaluku Bodoe.

Masa Pemerintahan: Beliau memerintah sebagai Datu Luwu ke-25 pada periode singkat sekitar tahun 1760–1765.

Naik Takhta: Beliau naik takhta untuk mengisi kekosongan kekuasaan setelah keponakannya, We Tenrileleang (Datu Luwu ke-24), mengundurkan diri atau meninggalkan Luwu menuju Tanete. Setelah masa jabatan La Kaseng berakhir, We Tenrileleang kembali menjabat untuk kedua kalinya sebagai Datu Luwu ke-26.

Silsilah Tomanurung: Sebagaimana tradisi Kedatuan Luwu, La Kaseng merupakan keturunan langsung dari garis Tomanurung ri Latuppa (Simpurusiang), yang merupakan asal-usul penguasa di Tanah Luwu.

Hubungan Ryan Latief dengan Silsilah Tersebut
Ryan Latief secara konsisten membawa nama La Kaseng dalam identitas lengkapnya, terutama dalam acara-acara adat dan penganugerahan gelar kebangsawanan.

Keturunan (Wija): Ryan Latief menyatakan dirinya sebagai bagian dari Wija (keturunan) keluarga besar Kedatuan Luwu melalui garis La Kaseng. Dalam budaya Bugis, penyebutan “cucu” sering digunakan untuk menunjukkan garis keturunan lurus dari seorang tokoh besar (Lontara).

Pengakuan Adat: Nama beliau yang tercantum dalam penganugerahan gelar dari Kesultanan Demak pada Juni 2025 adalah Kanjeng Raden Mas Haryo Projo Negoro Ryan Latief La Kaseng. Penggunaan nama “La Kaseng” di sini menegaskan legitimasi silsilahnya yang berasal dari Datu Luwu ke-25 tersebut.

Aktivitas Sosial-Politik: Beliau dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Luwu Raya dan sering mendampingi perangkat adat Kedatuan Luwu dalam berbagai forum, yang memperkuat posisinya sebagai bagian dari keluarga inti kerajaan.

Makna Nama “La Kaseng”
Nama “La Kaseng” dalam konteks sejarah Luwu bukan sekadar nama panggilan, melainkan simbol kepemimpinan pada masa transisi yang krusial bagi Kedatuan Luwu di abad ke-18. Dengan menyandang nama ini, Ryan Latief secara simbolis memposisikan dirinya sebagai penjaga warisan sejarah dan marwah keluarga besar Petta Matinroe ri Kaluku Bodoe.
Kesimpulan:
Benar bahwa Ryan Latief La Kaseng adalah sosok yang memiliki garis keturunan dari La Kaseng (Datu Luwu ke-25). Sebagai keturunan Datu Luwu, secara otomatis silsilah beliau tersambung ke sosok Tomanurung, yang dalam kepercayaan masyarakat Luwu merupakan utusan langit/sosok suci yang mengawali peradaban dan kepemimpinan di Tana Luwu.

Kepada Media, Selasa (13/1) Membenarkan Raja Demak Dilaporkan Ke Polda Sulsel,

Berdasarkan Laporan Tertanggal 1 September 2025, LP /B/872/IX/2025/SPKT/Polda Sulsel.

Saat Dikonfirmasi Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani Membenarkan Adanya Laporan Tersebut.

” Benar Adanya Laporan, Dan Segera Ditindak Lanjuti,” tegas Mantan Dirtipidum Bareskrim Polri.

Hingga ini berita tayang, Detik Satu.id, tetap Berusaha Mencoba Konfirmasi Kepada Raja Demak Sultan SAJ tersebut.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *