Jakarta, – Komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus memperkuat reformasi internal kembali ditegaskan oleh Kapolri. Dalam arahannya, Kapolri menekankan bahwa setiap anggota Polri wajib mencintai masyarakat dan menjadikan Asta Cita sebagai pedoman utama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pesan tersebut dinilai sebagai penegasan penting di tengah tantangan kepercayaan publik dan dinamika sosial yang terus berkembang. Kapolri menegaskan bahwa polisi bukan sekadar aparat penegak hukum, melainkan pelayan masyarakat yang harus hadir dengan sikap humanis, profesional, dan berintegritas.
> “Untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, anggota Polri harus mencintai masyarakat. Tidak boleh ada jarak, tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan,” menjadi inti pesan yang disampaikan.
Tidak Ada Ruang bagi Oknum Menyimpang
Kapolri juga menegaskan sikap zero tolerance terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polri. Ia memerintahkan seluruh jajaran untuk bertindak tegas, cepat, dan tanpa pandang bulu terhadap anggota yang membangkang, melanggar hukum, atau mencederai nama baik institusi.
> “Jika ada oknum yang membangkang, kalian yang bertindak tegas!”
> Pernyataan ini menjadi simbol keseriusan pimpinan Polri dalam menjaga marwah dan kehormatan institusi.
FAST RESPON, Cerminan Polri Presisi
Semangat tersebut sejalan dengan penguatan konsep FAST RESPON yakni pendekatan respons cepat dan tepat terhadap aduan masyarakat, yang mengedepankan loyalitas kepada institusi Polri dan kepentingan bangsa.
FAST RESPON diharapkan menjadi wajah baru Polri yang lebih terbuka, solutif, dan hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar reaktif setelah persoalan membesar.
PW FRN Dukung Tegas Arahan Kapolri
Menanggapi arahan Kapolri tersebut, Ketua Umum PW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara, Agus Flores, menyampaikan dukungan penuh dan menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Agus Flores menegaskan bahwa pesan Kapolri harus menjadi pegangan moral dan komando nyata bagi seluruh jajaran kepolisian di lapangan.
> “Apa yang disampaikan Kapolri adalah arah yang sangat tepat. Polisi harus mencintai masyarakat, bukan sebaliknya. Jika masih ada oknum yang menyimpang, maka memang harus ditindak tegas demi menjaga kehormatan institusi Polri,” tegas Agus Flores dalam keterangan resminya.
Ia juga menekankan bahwa FAST RESPON bukan hanya slogan, melainkan komitmen kerja nyata untuk memastikan setiap keluhan masyarakat ditangani secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
> “PW FRN siap menjadi mitra kritis dan konstruktif Polri. Kami mendukung penuh kebijakan Kapolri dalam membersihkan oknum dan memperkuat Polri yang Presisi, humanis, dan dicintai rakyat,” tambahnya.
Asta Cita sebagai Kompas Pengabdian
Dengan menjadikan Asta Cita sebagai kompas, Polri diharapkan tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga adil, beradab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Sinergi antara ketegasan hukum dan pendekatan kemanusiaan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi Polri ke depan.
Harapan Publik: Polri yang Dicintai Rakyat
Arahan Kapolri yang didukung berbagai elemen masyarakat, termasuk PW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara, menjadi harapan baru bagi terwujudnya Polri yang profesional, berintegritas, dan benar-benar hadir sebagai pelindung rakyat.
Ketegasan terhadap oknum, dibarengi pelayanan yang cepat dan humanis, diyakini akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan ketertiban nasional.
(Red/Tim FRN)


















