Bali, Detiksatu.id -22 September 2025– Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bali, Brigjen. Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., secara resmi membuka kegiatan Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II TA. 2025 di lingkungan Polda Bali. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengawas Tim Audit, Brigjen. Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCN., CRPP, dan akan berlangsung mulai tanggal 22 hingga 29 September 2025.
Dalam sambutannya, Wakapolda Bali yang membacakan amanat Kapolda Bali, menyampaikan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari sistem pengawasan internal Polri. Audit ini tidak hanya menjadi alat kontrol, tetapi juga sarana strategis untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian secara menyeluruh.
“Secara esensi, audit kinerja tahap II ini bertujuan untuk menilai serta memberikan rekomendasi atas efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pelaksanaan tugas-tugas operasional, pembinaan, maupun pelayanan publik di lingkungan Polda Bali,” ujar Wakapolda.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan audit ini sebagai media konsultatif yang dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program-program unggulan Polri, termasuk program prioritas pemerintah yang menjadi bagian dari implementasi **Asta Pemerintah**.
Lebih lanjut, Wakapolda mengajak seluruh kasatker/kasatwil dan pejabat yang menjadi objek pemeriksaan agar dapat bekerja sama secara terbuka dan profesional.
“Siapkan dokumen, data, dan laporan yang dibutuhkan secara akurat dan riil. Ini penting agar tim pemeriksa dapat memberikan penilaian dan rekomendasi yang tepat guna memperbaiki kekurangan serta memperkuat tata kelola organisasi ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, sambutan dari Pengawas Tim Itwasum Polri yang dibacakan oleh AKU Tk. II Itwasum Polri menyampaikan apresiasi atas pencapaian Polda Bali, khususnya dalam menindaklanjuti seluruh temuan audit tahun 2024 dan keberhasilan dalam penyusunan **Profil Risiko ISO** serta proses **Integrated Management Report (IMR)**.
“Langkah-langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Inspektur Pengawasan Umum dan Kepala Bappenas terkait penerapan manajemen risiko. Kami mengapresiasi komitmen Polda Bali dalam penguatan sistem dan SDM,” ucapnya.
Namun demikian, Itwasum Polri juga mengingatkan agar hasil audit dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam konteks pengelolaan anggaran dan peningkatan Sistem Pengendalian Internal (SPI), yang pada tahun ini mengalami penurunan nilai dari 72,8 menjadi 70,9.
“Kami tegaskan kembali bahwa tujuan audit bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memberikan rekomendasi yang bersifat konstruktif demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.
Menutup arahannya, pihak Itwasum berharap hasil audit dapat menjadi rujukan utama dalam pembenahan operasional dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Polda Bali.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh, sekaligus penguatan budaya kerja yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) demi meningkatkan kepercayaan dan pelayanan kepada masyarakat.
(Red/Rezha LDD)


















