Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum & KriminalNasionalPOLRI

Terungkap Peran ke 7 Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya Pembunuhan 2 Anggota Brimob di Nabire

9
×

Terungkap Peran ke 7 Anggota KKB Pimpinan Aibon Kogoya Pembunuhan 2 Anggota Brimob di Nabire

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nabire, Detiksatu.id – Sebanyak 7 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya terlibat penembakan yang mengakibatkan 2 anggota Brimob gugur di Jalan Trans Nabire-Enarotali, Distrik Siriwo Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (13/8) sekitar pukul 08.45 Wita.

Usut punya usut, para pelaku terbagi dalam tiga kelompok dengan peran yang berbeda saat merencanakan pembunuhan.

Example 300x600

Dua Personel Brimob Yon C Nabire yang menjadi korban Brigpol M Arif Maulana dan Briptu Nelson C Runaki, saat melaksanakan tugas pengamanan proyek rehabilitasi jalan di lokasi.

Satgas Operasi Damai Cartenz yang melakukan penyelidikan menangkap salah satu pelaku bernama Suplianus Bagau alias Siprianus Weya alias Supli (31) di Nabire, Rabu (20/8). Sementara 6 pelaku masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut.

“Yang sudah ditangkap Suplianus,” ungkap Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, Rabu (27/8/2025).

Satgas Operasi Damai Cartenz pun menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap dua personel Brimob saat berada di lokasi kejadian pada Selasa (26/8). Salah satu tersangka, Suplianus dihadirkan langsung dalam rekonstruksi tersebut.

“Sebanyak 21 adegan diperagakan untuk menggambarkan peristiwa yang menewaskan dua anggota Brimob,” ungkap Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025)

Rekonstruksi tersebut, para personel melakukan pengamanan ketat yang didukung 15 kendaraan taktis, 24 pucuk senjata laras panjang, serta perlengkapan body vest dan helm tempur.

Terungkap para pelaku menembak dua korban di dua lokasi yang berbeda tempat saat kejadian perkara (TKP). Ketujuh pelaku terbagi menjadi tiga kelompok saat melakukan penyerangan.

“Para pelaku yang dipimpin Aibon Kogoya terbagi menjadi tiga kelompok,” ungkap Brigjen Pol Faizal.

Pada kelompok pertama melibatkan pelaku berinisial YM, YW dan KM yang bertugas melakukan penembakan terhadap Brigpol M Arif Maulana di TKP 1.

Kelompok kedua melibatkan pelaku inisial TG dan Suplianus yang berperan melakukan penembakan terhadap Briptu Nelson C Runaki di TKP 2.

Sementara kelompok ketiga melibatkan Aibon Kogoya dan pelaku berinisial HM yang berperan memantau situasi di sekitar lokasi pembangunan jalan dan ekskavator.

“Setelah melakukan penembakan terhadap korban, pelaku merampas senjata api AK-101 dan AK-47 serta body vest milik korban,” ucap Brigjen Pol Faizal.

Menurutnya pelaku Suplianus Bagau sebagai anggota media KKB yang bertugas untuk mendokumentasikan aksi-aksi kejahatan kelompok Aibon Kogoya, termasuk merekam saat penembakan tersebut.

“Para pelaku juga sempat membuat video pernyataan sikap di camp darurat mereka yang direkam oleh tersangka Suplianus Bagau,” terangnya.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan dari rekonstruksi ini merupakan bagian penting dalam proses penyidikan. Ia memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan secara transparan.

“Rekonstruksi ini dilakukan untuk memastikan peran masing-masing pelaku dan menguatkan alat bukti dalam kasus pembunuhan dua personel Brimob,” kata Brigjen Pol Faizal.

Faizal juga mengapresiasi personel yang telah bekerja maksimal di lapangan. Pihaknya berkomitmen tetap menjaga keamanan wilayah Papua dari gangguan KKB.

“Kami berkomitmen menegakkan hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Tidak ada tempat bagi kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan di tanah Papua,” tegasnya.

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, rekonstruksi berjalan lancar tanpa kendala keamanan. Tersangka Suplianus Bagau pun kembali diamankan ke Rutan Polres Nabire usai rekonstruksi.

“Seluruh rangkaian giat berjalan aman, tertib, dan terkendali. Rekonstruksi ini akan menjadi bahan penting untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” jelas Kombes Pol Adarma.

Pihaknya memastikan para pelaku lain yang terlibat dalam penyerangan masih dalam pengejaran. Dia meminta masyarakat untuk tenang dan tetap waspada.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya penegakan hukum. Kami akan terus memburu pelaku lainnya yang masih buron,” tutupnya.

(Red/Rezha LDD)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *